BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tiap keluarga akan senantiasa menghadapi berbagai masalah, tetapi
kemampuan untuk mengatasinya tidak terlalu memadai. Karena itu harus ada
usaha-usaha untuk memperkuat kemampuan keluarga atau anggota keluarga dalam
menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam keluarga itu sendiri maupun dari
luar. Usaha itu harus dimulai oleh keluarga itu sendiri atau oleh seorang ahli
yang dapat membantu mengatasi persoalan keluarga bila masalah keluarga itu
memerlukan orang lain untuk membantu penyelesaian konflik dalam keluarga.
Kita menyadari bahwa bahtera perkawinan tidak selamanya dapat
mengarungi samudera dengan tenang dan lancar. Setelah keluarga terbentuk,
berbagaimasalah dapat timbul dalam keluarga yang pada gilirannya akan menjadi
benih yang mengancam kehidupan perkawinan dan berakibat keretakan atau
perceraian. Sebelum hal ini terjadi di keluarga atau angota keluarga hendaklah
berusaha untuk mencegahnya dengan memperbaiki hubungan dalam keluarga dan
kadang-kadang memerlukan campur tangan orang luar dalam usaha membantu keluarga
itu untuk mengatasi masalah tersebut.
B.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut maka dapat dirumuskan beberapa
masalah diantaranya adalah :
1.
Bagaimana Pengertian problem
keluarga ?
2.
Apa saja klasifikasi
problem–problem yang ada di dalam keluarga ?
3.
Faktor-faktor penyebab dari problem
keluarga ?
4.
Bagaimana upaya untuk mengatasi
problem keluarga ?
C.
Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah yang telah disampaikan di atas maka tujuan
dari penulisan makalah ini adalah :
1.
Untuk mengetahui pengertian problem
keluarga
2.
Untuk mengetahui klasifikasi
problem-problem yang ada di dalam keluarga
3.
Untuk mengetahui faktor-faktor
penyebab dari problem keluarga
4.
Untuk mengetahui upaya untuk
mengatasi problem keluarga
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Problem Keluarga
Problem atau konflik dalam keluarga artinya kehidupan keluarga
dalam keadaan kacau, tak teratur dan terarah, orang tua kehilangan kewibawaan
untuk mengendalikan kehidupan anak-anaknya terutama remaja, mereka melawan
orangtua, dan terjadi pertengkaran terus menerus antara ibu dengan bapak
terutama mengenai soal mendidik anak-anak. Bahkan problem keluarga bisa membawa
kepada perceraian suami-isteri. Dengan kata lain problem keluarga adalah suatu
kondisi yang sangat labil di keluarga, dimana komunikasi dua arah dalam kondisi
demokratis sudah tidak ada. Jika terjadi perceraian sebagai puncak dari problem
yang berkepanjangan, maka yang paling menderita adalah anak-anak. Sering
perkara perceraian di pengadilan agama, yang paling rumit adalah siapakah yang
akan mengurus anak-anak. Sering pengadilan memenangkan hak asuh kepada pihak
laki-laki atau bapak. Dalam hal ini pengadilan agama hanya berdasarkan fakta
hokum belaka.[1]
B.
Jenis-Jenis Masalah, Faktor Dan Upaya Mengatasi Problem Keluarga
Ada sejumlah problem di dalam sebuah keluarga. problem tersebut
bisa berdiri sendiri tetapi kecenderungannya saling berkaitan satu sama lain.
Beragam prblem keluarga diantaranya:
1.
Masalah Perekonomian
Keluarga miskin masih besar jumlahnya di negeri ini. Berbagai cara
diusahakan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Akan tetapi tetap saja
kemiskinan tidak terkendali. Terakhir pemerintah memberikan bantuan langsung
tunai (BLT) pada tahun 2007 dan 2008. Kemiskinan jelas berdampak terhadap
keluarga. Jika kehidupan emosional suami isteri tidak dewasa, maka akan timbul
pertengkaran. Sebab, isteri banyak menuntut hal-hal di luar makan dan minum.
Padahala penghasilan suami sebagai buruh lepas, hanya dapat member makan dan
rumah petak tempat berlindung yang sewanya terjangkau. Akan tetapi yang namanya
manusia sering bernafsu contohnya ingin memiliki televisi, radio dan sebagainya
sebagaimana layaknya sebuah keluarga yang normal. Karena suami tidak sanggup
memenuhi tuntutan isteri dan anak-anaknya akan kebutuhan-kebutuhan yang
disebutkan tadi, maka timbullah pertengkaran suami isteri yang sering menjurus
kearah perceraian. Suami yang egois dan tidak dapat menahan emosinya lalu
menceraikan isterinya. Akibatnya terjadilah kehancuran sebuah keluarga sebagai
dampak kekurangan ekonomi.
a.
Faktor-faktor Penyebab dari problem
perekonomian :
a)
Keadaan ekonomi keluarga yang lemah
berpengaruh pada sandang, pangan, papan yang baik.
b)
Penghasilan istri yang lebih besar.
c)
Gaya hidup yang berbeda.
b.
Upaya mengatasi problem
Perekonomian :
a)
Terbuka
Hal pertama yang harus dilakukan
untuk menghindari keuangan adalah bersikap terbuka. Baik pasangan sama-sama
mencari uang atau hanya salah satu saja yang menghasilkan uang, seharusnya tak
ada yang disembunyikan masalah pengeluaran. Selalu diskusikan semua keputusan
yang menyangkut keuangan, seperti pengeluaran, pemasukan, tabungan, dan
lainnya.
b)
Tentukan tujuan jangka panjang
Dalam hal keuangan, Anda juga harus
cermat dan bijak dalam melihat masa depan. Tentukan beberapa hal di masa depan
yang membutuhkan banyak uang. Misalkan biaya pendidikan anak, liburan, dan
lainnya. Ini akan membantu Anda menyimpan uang dan tak kewalahan ketika saatnya
tiba.
c)
Menabung
Anda tak harus menabung banyak di
bank, namun sediakan tabungan kecil di rumah yang bisa Anda isi setiap minggu.
Mungkin terdengar remeh, namun uang yang terkumpul bisa jadi sangat berguna
saat dibutuhkan
d)
Sisihkan ‘uang senang-senang’
Sisakan sedikit uang untuk hiburan
atau bersenang. Jangan banyak-banyak agar tidak terlalu boros. Anda bisa
menggunakan uang tersebut untuk makan malam bersama, nonton film, atau membeli
sesuatu untuk keluarga. Anggap saja uang ini adalah sebuah reward atas kerja
keras Anda dan pasangan.
e)
Bekerjasama untuk mengatur keuangan
Pastikan Anda dan pasangan saling
bekerjasama untuk mengatur keuangan. Jangan terlalu mendominasi atau malah
pasif jika berkaitan dengan pengeluaran atau pengaturan keuangan. Mungkin
awalnya akan canggung, namun jika dibiasakan Anda akan mendapatkan manfaat
mengatur keuangan sebagai tim bersama pasangan.
f)
Memiliki usaha sampingan
Mungkin dengan isteri bekerja membuka
toko sembako ,maka sedikit demi sedikit keluarga tersebut tidak kekurangan
kebutuhan ekonomi karena saling membantu antara suami dan isteri.[2]
2.
Masalah Kesehatan
Kesehatan sangatlah penting bagi diri kita karena jika diantara
anggota keluarga kita sering sakit-sakitan maka pengeluaran untuk dokter,
obat-obatan dan rumah sakit akan bertambah. Apalagi jika salah satu anggota
keluarga terjangkit penyakit menular itu akan membutuhkan pengeluaran yang
lebih banyak lagi. Masalah gizi buruk menghantui banyak keluarga miskin di
Indonesia dan Kurang kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin menambah parahnya
masalah kesehatan keluarga. Contohnya dalam sebuah keluarga ada yang mudah
sakit karena mungkin kekurangan gizi yang tidak baik.
a.
Faktor-faktor penyebab dari problem
kesehatan adalah :
a)
Biaya kesehatan semakin mahal tidak
sebanding dengan pendapatan per capita
b)
Beragam penyakit semakin
bermunculan bersamaan dengan makin majunya ilmu kedokteran
b.
Upaya Mengatasi problem kesehatan :
a)
Memelihara kebersihan dan kesehatan
pribadi dengan baik
Ajarkan anak hidup sehat dimulai
dari “diri sendiri”. Dapat dikatakan bahwa kesehatan yang kita miliki adalah
karena “upaya” kita sendiri.
b)
Makan makanan sehat
Makan merupakan kebutuhan penting,
tidak saja bagi penyediaan energi untuk tubuh,tetapi juga merupakan kebutuhan
penting untuk kesehatan dan kelangsungan hidup.
c)
Memelihara Kesehatan Lingkungan
Hidup sehat memerlukan situasi,
kondisi, dan lingkungan yang sehat. karena itu, kondisi lingkungan perlu
benar-benar diperhatikan agar tidak merusak kesehatan. Kesehatan lingkungan
harus dipelihara agar mendukung kesehatan keluarga dan setiap orang yang hidup
di sekitarnya. Memelihara berarti menjaga kebersihannya. Lingkungan kotor dapat
menjadi sumber penyakit.
3.
Masalah Seksual
Hubungan seksual yang tidak harmonis menjadi salah satu pemicu
konflik dalam kehidupan rumah tangga, Banyak pasangan tidak menyadari
pentingnya hubungan seksual ini. Bahkan banyak diantara pasangan menjalani
hubungan seksual sebagai hal rutinitas semata. Sekedar menjalankan kewajiban,
tidak ada nuansa keindahan di dalamnya. Sering kita baca di surat kabar bahwa
suatu masalah yang rumit untuk di kaji adalah masalah perselingkuhan yang di
lakukan oleh suami atau isteri karena masalah seksual.
a.
Faktor-faktor penyebab problem
seksual adalah :
a)
Kurang puas terhadap pelayanan dari
pasangan.
Hubungan seks tidak dapat
dikendalikan mengakibatkan pertambahan anggota keluarga.
b)
Upaya mengatasi problem seksual :
·
Komunikasi, Hilangkan rasa sungkan
dan malu. Bicarakan semua masalah seks yang Anda rasakan bersama pasangan, biar
pasangan tahu problem seks yang sedang Anda alami.
·
Menahan emosi seks. Salah satu
penyebab ejakulasi dini adalah tidak bisa menahan emosi seks ketika bersetubuh.
Kebanyakan pria selalu ingin cepat ejakulasi.
·
Menghalangi semua permasalahan
terbawa ke tempat tidur. Hindari berhubungan seks bila amarah dan kejengkelan
masih bersemayam di hati.
·
Luangkan waktu untuk berduaan
dengan istri. Kesibukan seringkali menghalangi suami-istri untuk bersama,
hingga tidak bisa menikmati kehidupan secara pribadi.
·
Peliharalah kesehatan dengan
mengatur pola makan dan tetap berolahraga. Selain itu hindarilah minuman
beralkohol secara berlebihan.[3]
4.
Masalah Pendidikan
Masalah pendidikan sering merupakan penyebab terjadinya problem di
dalam keluarga. Jika pendidikan agak lumayan pada suami-isteri, maka wawasan
tentang kehidupan keluarga dapat dipahami oleh mereka. Sebaliknya pada
suami-isteri yang pendidikannya rendah sering tidak dapat memahami liku-liku
keluarga. Akibatnya terjadi selalu pertengkaran yang mungkin menjadi
perceraian. Jika pendidikan agama ada atau lumayan, mungkin sekali kelemahan
dibidang pendidikan akan diatasi. Artinya suami-isteri akan dapat mngekang
nafsu masing-masing sehingga pertengkaran dapat dihindari. Mengapa demikian ?
karena agama islam mengajarkan agar orang bersabar dan shalat di dalam
menghadapi gejolak hidup rumah tangga.
a.
Faktor-faktor penyebab problem
pendidikan adalah :
a)
Pendidikan yang tidak seimbang
antara suami dan istri
b)
Berpengaruh pula segala keputusan yang
akan diambil dalam keluarga
c)
Pasangan yang sama-sama memiliki
pendidikan yang rendah.Ø
b.
Upaya mengatasi problem pendidikan
:
Untuk masalah pendidikan dalam
keluarga memiliki arti yang sangat komplek, karena pada dasarnya pendidikan di
indonesia tergantung pda latar belakang masing-masing keluarga, tetapi tinggal
bagaimana masing-masing keluarga menerapkanya diantaranya
a)
mengikuti wajib belajar 9th.
b)
memprogram dan merencanakan
pendidikan dengan baik untuk keluarga.
c)
memberikan kebebasan memilih
pendidikan yang akan ditempuh anggota keluarga.
d)
menyiapkan dana atau tabungan
pendidikan sedini mungkin untuk merealisasikan pendidikan yang akan ditempuh.
e)
menyiapkan solusi jika mungkin
pilihan pendidikan yang kita inginkan tidak tercapai.
5.
Masalah Pekerjaan
Peluang kerja semakin terbatas tidak sebanding dengan jumlah
pencari kerja. Persaingan dalam dunia kerja dan dunia usaha juga semakin tajam
menambah makin beratnya beban keluarga adakalanya pasangan suami-isteri
terpaksa bekerja serabutan atau bekerja di luar kompetensinya demi memperoleh
penghasilan, Persoalan pekerjaan di kantor sering berimbas pada rumah tangga.
Kesibukannya terfokus pada pekerjaan pencarian materi yaitu harta danuang.Makna kesuksesan hidup tidaklah semata-mata
berorientasi materi.
a.
Faktor-faktor penyebab problem
pekerjaan adalah :
a)
Orang tua sibuk dengan
pekerjaan-pekerjaan nya.Ø
b)
Tidak punya pekerjaan atau baru di
PHK.Ø
b.
Upaya mengatasi problem pekerjaan :
a)
Adanya komunikasi dan interaksi
hubungan yang baik antar keluarga masalah pekerjaan agar salah satu di antara
suami atau isteri dapat mengerti dan memahami beban pekerjaan masing-masing
yang sedang di jalankan sehingga tidak ada kesalah pahaman.
b)
Sebelum kita memutuskan untuk
menikahi pasangan kita,pasti kita sudah melihat dari segi pekerjaan, jadi saat
kita sudah memutuskan untuk menikah pun berarti kita sudah menerima pekerjaan
pasangan dan berjalan bersama memelihara dan mencintai pekerjaan pasangan kita.
6.
Masalah Agama
Agama sangat penting peranannya dalam membangun keluarga bahagia.
Termasuk dalam hal menentukan arah keluarga, pernikahan yang di bangun atas
dasar kesamaan agama terkadang sering bermasalah apa lagi dengan pernikahan
yang beda agama pasti mempunyai masalah. Dari perbedaan agama inilah muncul
permasalahan dalam sebuah rumah tangga.
a.
Faktor-faktor penyebab problem
agama adalah :
a)
Perbedaan agama antara suami dan
isteri.Ø
b)
Jauh dari agama hanya mementingkan
materi dan duniawi semata maka tinggal menunggu kehancuran keluarga tersebut
saja.Ø
b.
Upaya mengatasi problem agama :
a)
Luangkan waktu untuk selalu
berintropeksi diri.
b)
Lebih memahami agama masing-masing
pasangan sehingga tidak muncul permasalahan diantara pasangan.
c)
Berusaha selalu mendekatkan diri
kepada sang pencipta.
7.
Masalah Komunikasi
Masalah komunikasi merupakan masalah fundamental yang menentukan
kebahagiaan keluarga, kesenjangan komunikasi sering memicu timbulnya
permasalahan lain yang lebih kompleks dan perlu disadari bahwa apapun
permasalahan dalam keluarga (suami-isteri dan anak) solusinya melalui proses komunikasi
yang baik. Komunikasi interpersonal yang dilandasi sikap keterbukaan,
pemahaman, penerimaan membuka peluang sukses bagi pemecahan masalah keluarga.
Setiap anggota keluarga harus menyadari setiap kata dan tindakannya betapa
berpengaruh pada orang lain. Semuanya perlu belajar berkomunikasi yang baik
demi keutuhan keluarga. Contohnya seperti diantara salah satu orangtua mereka
pulang hampir malam, karena jalan macet. Badan capek, sampai dirumah mata sudah
mengantuk dan tertidur. Tentu orangtua tidak punya kesempatan untuk berdiskusi
atau berkomunikasi dengan suami atau istri dan anak-anaknya.[4]
a.
Faktor-faktor penyebab problem
komunikasi :
a)
Anak yang takut kepada orang tua.
b)
Orang tua sering cekcok.
c)
Kakak adik tidak cocok.
d)
Orang tua tidak adil.
e)
Tidak cocok antara mertua dan
menantu.
f)
Masalah dengan para tetangga.
b.
Upaya mengatasi problem komunikasi
:
a)
Luangkan waktu untuk mendengarkan.
b)
Berusaha untuk komunikasi intens
dengan anggota keluarga yang lain.
c)
Buat tradisi keluarga.
d)
Pergi berlibur bersama.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kita harus ingat bahwa pernikahan adalah satu-satunya permainan
yang dapat dan harus dimenangkan oleh kedua belah pihak. Selain itu, pernikahan
juga dapat diibaratkan seperti sebuah gunting, yang berpadu sehingga tak terpisahkan;
sering bergerak ke arah yang berlawanan, tetapi selalu memotong segala sesuatu
yang hadir di antara mereka.
Di akhir tulisan ini saya akan mengutip pentingnya sebuah keluarga
yang mampu mengelola konflik bagi kehidupan bersama dari sudut pandang Kong Fut
Tze yang menurut saya penting untuk kita simak.
“Apabila ada harmoni di dalam rumah.
Maka akan ada ketenangan di masyarakat. Apabila ada ketenangan di masyarakat. Maka
ada ketentraman di dalam negara. Apabila ada ketenteraman di dalam negara. Maka
akan ada kedamaian di dalam dunia.”
Problem yang ada dalam keluarga baik itu yang bersifat ringan atau
berat selekasnya dapat diselesaikan dalam keluarga tersebut. Sehingga keluarga
yang masalahnya dapat diselesaikan dengan segera akan terbebas dari tekanan
jiwa dan hidup akan tenang tanpa adanya masalah dalam keluarga .
B.
Saran
Demikian makalah ini kami susun, kami menyadari
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kami senantiasa
mengharapkan kontribusi konstruktif dari para pembaca dalam bentuk saran maupun
kritik yang konstruktif demi perbaikan dan kesempurnaan makalah ini. Akhirnya,
kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi
para pembaca pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Nashih Ulwan, 1993, Pedoman
Pendidikan Anak Dalam Islam, CV .Asy Syifa’, Semarang.
Sofyan S. Willis, 1995, Konseling
Individual, Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, Fakultas Ilmu
Pendidikan, IKIP, Bandung.
